Rabu, 09 April 2008

lingkaran hidup

lingkaran kehidupan ini aku ambil sebagai judul karna aku ingin berbagi opini dengan teman dan siapapun yang membacanya.

kehidupan menurut analogiku adalah sebuah lembaran warna yang besar tapi tersusun dari lingkaran lingkaran kecil yang tak terhitung banyaknya.
masing masing lingkaran mempresentasikan sebuah kehidupan mikro mahluk, baik yang hidup atau yang mati.
lingkaran mikro ini saling berpengaruh satu sama lain yang pada ahirnya berpengaruh juga pada lingkaran yang makro.
ini sangat mendasar sekali karna menurutku kejadian di dunia ini tak bisa terlepas dari kejadian sebelumnya atau kejadian lain yang terjadi walaupun kelihatanya tidak berkaitan.

contoh yang terlihat seperti illegal logging, sekarang pohon di indonesia ditebang oleh bangsa sendiri dan dijual ke luar negri, terlihat hanya indonesia saja yang rugi, tapi tidak menurutku, lingkaran hidup akan bekerja secara otomatis memberikan respon akibat kejadian tersebut, semisal akibat dari hal tersebut adalah meningkatnya kadar karbon di udara karna hutan sebagai paru paru dunia sudah banyak yang hilang, negara lain juga akan ikut menikmati hal tersebut.

pada scup yang lebih kecil adalah kehidupan kita sehari hari. contoh adalah pekerjaan kita. pada saat ini di indonesia marak sekali perusahaan yang tidak mau pusing memikirkan pegawainya, seperti status pegawai, tunjangan hari tua, kesehatan, dll. maka munculah vendor vendor penyedia tenaga kerja, akibatnya banyak sekali pegawai yang berstatus nggantung alias kontrak seumur umur.

Nah lihat dari segi lingkaran hidup, perusahaan hanya membayar tiap vendor untuk jasa yang mereka berikan, sedang sang vendor tentu akan membebani karyawan dengan potongan potongan jasa sang vendor yang mereka berikan. nah pada kesempatan ini baik perusahaan ataupun vendor dan pegawai sama sama berputar pada siklusnya sendiri sendiri, walaupun kelihatannya tidak ada pengaruhnya tapi alam akan bekerja menyelesaikan hubungan tersebut. kalo aku boleh memperkirakan mungkin seperti ini: karyawan tidak akan pernah betah kerja lama pada suatu perusahaan tersebut karna semua sistem perekutan langsung oleh vendor, perusahaan tidak akan menerima seorangpun pegawai yang melebihi SDM rata rata karna tentu vendor akan rugi bila mereka mengadakan pelatihan untuk peningkatan SDM karyawan yang nota bene hanya kontrakan. akibatnya perusahaan tidak akan pernah menadapat kemajuan kalopun ada hanya semu karana karyawan yang seharusnya aset perusahaan dan merasa memiliki perusahaan menjadi tenaga sewaan dan hanya akan mengabdi untuk yang membayar kerja lebih banyak uang, dengan kata lain tak ada harapan kelak untuk bisa membangun perusahaan lebih dari 10 tahun. karna keburu bangkrut ditinggal oleh karyawannya yang bukan karyawannya.

mungkin ini semua hanya perenungan aku saja melihat keadaan sekarang yang serba nggak ada toleran sama sekali. untuk itu aku hanya menagajak pada para pembaca, para blogger, dan yang tahu bisa lebih mawas diri untuk melakukan sesuatu walaupun sekecil apapun itu pasti akan berpengaruh pada semua kehidupan ini.

salam